Showing posts with label Logika. Show all posts
Showing posts with label Logika. Show all posts

Saturday, 3 December 2016

Sekilas Tentang Neuro Linguistic Programming ™ (NLP)

05:46 Posted by Dziki , No comments
disebut sebagai modeling (ilmu memodel). Tokoh-tokoh awal yang dimodel adalah : Fritz Perls
(Gestalt Psychotherapist), Virginia Satir (Family Therapist), Gregory Bateson (Anthropologist,
cybernetics) dan Milton Erickson (Hypnotherapist). Setelah bertahun-tahun memodel, mereka
berdua berhasil mengembangkan seperangkat teknik mental yang yang sangat berguna dalam
dunia terapi.
NLP lantas dipopulerkan oleh Anthony Robbins hingga meluas di USA dan seluruh dunia,
belakangan Anthony Robbins membuat merek sendiri, yakni NAC (Neuro Associations
Conditioning). Barisan pelopor NLP lantas mulai mengibarkan sayapnya merambah dataran
aplikasi di luar terapi. Ilmu memodel ini dikembangluaskan untuk memodel berbagai
keunggulan manusia; antara lain untuk memodel keunggulan dari orang yang berprestasi
unggul di bidang komunikator, olahraga / atlit, leadership, sales, pengajar, pe-bisnis, karyawan,
penyanyi, meditasi, dan berbagai orang sukses lainnya.
Modeling dalam NLP memungkinkan untuk mempelajari dan menduplikasi keahlian seseorang.
Aplikasi modeling ini sungguh tak terbatas, nyaris bisa dikatakan: "Bila ada seseorang pernah
melakukan sesuatu hal, maka dengan modeling kita juga dapat menduplikasi agar bisa
melakukannya juga". Melalui NLP kita bisa melakukan suatu perilaku unggul manusia dan
memetakannya dalam suatu pola-pola inti tertentu.
Pola-pola inilah yang kemudian disusun ulang dengan urutan dan kombinasi tertentu dan jadi
model of excellence yang dengan mudah diduplikasikan pada orang lain. Beberapa nama besar
yang tercatat menggunakan ilmu NLP dalam meraih kesuksesannya adalah : Michael
Gorbachev, Bill Clinton, Andre Agassi, Lady Di, dan Nelson Mandela. Ronny F. Ronodirdjo,
merupakan sosok kunci di Indonesia yang membuat NLP dan Hypnosis dikenal meluas setelah ia
membuka keran informasi secara publik dan gratis melalui portal, web maupun blog yang
dikembangkannya. Saat ini banyak orang mengikuti langkah Ronny F. Ronodirdjo untuk
menyediakan informasi secara publik dan gratis mengenai NLP dan Hypnosis di Indonesia.
Teknik-teknik NLP telah terbukti memberikan hasil, aplikasinya hampir tidak terbatas. Saat ini
bahkan sudah diterapkan di berbagai perusahaan kelas dunia (Fortune 500), dunia pemasaran,
manajemen, komunikasi, pelatihan, pendidikan, olahraga, ilmu pengobatan, dan
pengembangan pribadi.
Berbagai sistem lain diluar NLP™ juga sangat baik dalam menemukan permasalahan, tapi tidak
memberikan tools yang dapat digunakan secara mandiri (tidak tergantung orang lain : terapis,
coach, dll), tanpa rasa sakit, dan menjanjikan perubahan yang lebih cepat dengan cara yang
menyenangkan.
Secara definitif NLP sering dinyatakan demikian oleh beberapa sumber :
"NLP is an attitude and a methodology that leaves behind a trail of techniques." - Richard Bandler.
"NLP is an accelerated learning strategy for the detection & utilization of patterns in the world" - John Grinder
"NLP is whatever works, and NLP is the Study of the Structure of Subjective Experience" - Robert Dilts
"NLP itu mudah dan mempermudah" - Ronny F. Ronodirdjo


-Ronny F. Ronodirdjo

Thursday, 12 February 2015

Hermeneutika Sebagai Aksiomatika (Bagian I)

18:52 Posted by Dziki , No comments


Hermeneutika bukan hanya berarti ilmu interpretasi, yakni suatu teori pemahaman, tetapi juga berarti ilmu yang menjelaskan penerimaan wahyu sejak tingkat perkataan sampai ketingkat dunia. Ilmu tentang proses wahyu dari huruf sampai kenyataan, dari logos sampai praxis, dan juga tranformasi wahya dari Pikiran Tuhan sampai kepada kehidupan manusia. 

Yang pertama adalah kritik kesejarahan, yang menjamin keaslian kitab suci dalam sejarah; tidak mungkin akan terjadi pemahaman bila tidak ada kepastian bahwa yang dipahami itu secara historis asli. Sebab jika tidak, pemahaman terhadap sebuah teks yang asli tidak akan menjerumuskan orang pada kesalahan. Setelah menentuukan keaslian historis kitab suci tersebut dan tingkat kepastiannya benar-benar asli, benar-benar tidak asli, atau relative asli atau tidak asli proses pemahaman diawali dengan dasar yang kuat.
Disinilah hermeneutika muncul sebagai ilmu pemahaman dalam artinya yang paling tepat, berkenaan terutama dengan bahasa keadaan-keadaan kesejarahan yang melahirkan kitab-kitab suci itu. Setelah mengetahui arti yang tepat dari teks tersebut kita memasuki langkah ketiga, proses menyadari arti ini dalam kehidupan manusia, yang merupakan tujuan akhir wahyu Allah.
Dalam bahasa fenomenologis dapat kita katakana bahwa hermeneutika adalah ilmu yang menentukan hubungan antara kesadaran dengan objeknya, yakni kitab-kitab suci. Mula-mula kita memiliki ‘kesadaran historis’, yang menentukan keaslian eks dan tingkat kepastiaannya. Kedua, kita memiliki kesadaran ‘eidetik’, yang menjelaskan makna teks menjadi kesadaran rasional. Ketiga adalah ‘kesadaran praktis’ yang menggunakan makna tersebut sebagai dasar teoritis bagi tindakan dan mengantarkan wahyu pada tujuan akhirnya dalam kehidupan manusia dan di dunia ini sebagai struktur ideal yang mewujudkan kesempurnaan dunia.
Kasus dalam islam berarti bahwa hermeneutika yang membahas injil akan diungkakan melalui pola islamis. Islamis disini tidak mesti berarti religious, disini artinya adalah bentuk rasionalisasi yang paling tepat serta tingkat aksiomatisasi yang paling tinggi. Pembahasan yang menyangkut keabsahan pola yang diajukan ini merupakan bagian dari ‘hermeneuitka dialektis’. Hermeneutika sebagai aksiomatika dimulai setelah penerimaan pola ini sebagai dalil dan aksioma. Bukti rasional merupakan criteria terakhir.

Saturday, 12 July 2014

Asas-Asas Pemikiran

00:05 Posted by Dziki No comments

Asas merupakan pangkal darimana sesuatu muncul dan dapat dimengerti. Kapasitas ini bagi kelurusan berfikir adalah mutlak, karena benar atau tidaknya sebuah pemikiran bergantung pada terlaksana atau tidaknya asas-asas ini. Adapun Asas-asas dalam pemikiran terbagi kedalam 3 jenis.

-Asas Identitas (Principium Identitatis)
Asas ini merupakan asas dasar dari pemikiran, bahkan menjadi dasar dari asas-asas yang lain. Asas ini mengatakan bahwa sesuatu adalah dirinya sendiri bukan yang lain. Artinya asas ini menegaskan ketunggalan definisi, sehingga tidak ada sesuatu hal yang berbeda dalam satu definisi. Analogi sederhananya, jika kita mengakui sesuatu itu adalah ‘Z’ maka sesuatu itu bukanlah ‘A’ atau ‘D’. Jika kita beri perumusan maka akan berbunyi “ Jika proporsi itu benar maka benarlah ia”.

-Asas Kontradiksi ( Principium Contradictoris)
Asas ini mengatakan prinsip pengingkaran sesuatu tidak mungkin sama dengan pengakuannya. Artinya sebagai mana disebutkan dalam asas identitas realitas itu hanya satu, maka dua kenyataan yang berkontradiksi tidak mungkin sama-sama secara simultan. Maka perumusannya kana berbunyi “Tidak akan ada proporsi yang benar atau salah dalam satu tempat sekaligus”.

-Asas Penolakan Kemungkinan Ketiga (Principium Exlusi Tertii)

Menurut asas ini bahwa kebenaran antara pengakuan dan pengingkaran terletak pada salah satunya. Maka jika dirumuskan akan menjadi “Suatu proporsi selalu dalam keadaan benar atau salah”.


Definisi Pemikiran

00:04 Posted by Dziki No comments


Kata Pemikiran memang bukan hal yang asing didengar, namun 'apa yang dimaksud dengan pemikiran?'

Pemikiran dalam bahasa Inggris deikenal dengan istilah Inference, yang berarti mengeluarkan suatu hasil berupa kesimpulan. Ditinjau dari segi terminologi 'pemikiran adalah' kegiatan manusia mencermati suatu pengetahuan yang telah ada dengan menggunakan akalnya untuk mendapatkan atau mengeluarkan pengetahuan yang baru atau yang lain.

Pemikiran dibagi menjadi 2 bentuk yaitu :

           Pemikiran Langsung. Pemikiran langsung adalah pemikiran yang hanya mempergunakan satu pangkal pikir atau langsung disimpulkan. Bentuk pemikiran ini pada ilmu logika yang banyak dibicarakan pada konversi, inversi dan kontraposisi dalam keputusan.

           Pemikiran Tidak Langsung. Pemikiran tidak langsung artinya pemikiran yang tidak hanya mengambil satu pangkal pikir, atau dengan kata lain pemikiran yang banyak mempergunakan keputusan untuk mengambil satu kesimpulan, misalnya pemikiran yang terjadi melalu jalan induksi, deduksi dan silogisme.